Jumat, 03 Mei 2019

Biografi Tokoh masyarakat


Biografi Suripto”

Suripto adalah salah satu tokoh yang menjadi ketua dari karang taruna Keluarga Muda Mudi RW 02 KPAD Gegerkalong, Bandung. Ia lahir di Bandung pada tanggal 3 Januari tahun 1974. Saat ini ia masih menjalankan tugasnya sebagai ketua karang taruna dan memberikan pengaruh yang cukup besar pada organisasi tersebut. Di bawah kepemimpinannya, telah banyak acara yang diadakan dan membesarkan nama karang taruna RW 02. Dalam tahun kedua kepemimpinannya, Ia giat untuk menggagas berbagai acara yang menurutnya akan berguna bagi wilayah dan anggota anggota dalam organisasi tersebut.
Suripto atau yang biasa dipanggil “Ripto” merupakan alumi dari salah satu SMA swasta yang terletak di daerah ciumbuleuit, Bandung. Di SMA ia terbilang siswa yang cukup aktif dan dekat dengan beberapa guru. Ia juga aktif pada ekstrakurikuler basket, SAR, Pramuka, dan pecinta alam. Setelah lulus, Ia bekerja pada salah satu perusahaan swasta dan bertahan cukup lama pada perusahaan tersebut. Ia berusaha menjadi figur suami dan ayah yang baik untuk anak anaknya. Setelah memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya, Ia memulai usaha wiraswasta bersama beberapa temannya dan bertahan hingga saat ini. Dulu ia tinggal bersama keluarganya di sebuah rumah kecil yang terletak di daerah cimahi. Namun, karena beberapa alasan ia memutuskan untuk pindah ke Gegerkalong. Setelah ia pindah ke rumah barunya, ia mulai mengenal banyak orang di komplek tersebut dan menjadi salah satu orang yang dikenal. Ia dikenal karena sosoknya yang mudah bergaul dengan siapapun, Humoris, dan memiliki rasa simpati yang tinggi pada orang lain. Tahun demi tahun ia menempati daerah barunya, bapak dua anak ini aktif dalam berbagai komunitas yang ada komplek tersebut. Contohnya komunitas touring motor, Olahraga sepeda, Dan beberapa komunitas lainnya. Ripto juga turut aktif dalam berbagai kegiatan yang diadakan oleh karang aruna RW 02 yang saat itu masih dipimpin oleh ketua sebelumnya, Alm. Guswin.
Setelah Alm. Guswin meninggal dunia, Organisasi tersebut mencari beberapa kandidat untuk mengemban tugas sebagai ketua. Setelah melalui beberapa pertimbangan, munculah beberapa kandidat dan nama Suripto adalah salah satunya. Dan dengan hasil voting yang telah dilakukan, akhirnya ia terpilih menjadi ketua dari karang taruna tersebut. “Awalnya saya tidak tahu kalau nama saya jadi salah satu kandidat untuk menjadi ketua, dan saya juga gak nyangka kalau saya yang akhirnya terpilih. Alhamdulillah dan Insyaallah saya akan berusaha sebaik mungkin” begitu tuturnya. Baginya, Meneruskan Alm.Guswin untuk menjadi ketua bukanlah hal yang mudah. Mengingat Pada periode kepemimpinan Alm. Guswin, Karang taruna tersebut dikenal dengan keaktifan dan disegani oleh organisasi lainnya.
Tahun ini adalah tahun kedua ia menjabat sebagai ketua taruna Keluarga Muda Mudi RW 02 KPAD Gegerkalong. Ia masih aktif dalam merancang berbagai kegiatan yang akan dilakukan oleh organisasinya. Ia juga ingin meneruskan kembali hal hal yang belum sempat tercapai oleh organisasi pada periode sebelumya. Di bawah kepemimpinannya, Ripto juga memikirkan masa depan organisasi. Oleh karena itu, saat ini ia dan organisasi sedang melakukan pembangunan sekretariat untuk Karang taruna dan ia harap juga bahwa kedepannya gedung ini akan berguna.
Ripto menyadari bahwa jalannya sebagai seorang ketua karang taruna tidak akan mudah tapi, Ia juga yakin bahwa semuanya akan dapat teratasi selama ia dan semua anggotanya bekerja bersama. 


Pemilihan umum 2019



Pemilihan umum yang kemudian disingkat menjadi pemilu, dan selanjutnya kata pemilu begitu akrab dengan masalah politik dan pergantian pemimpin, karena pemilu, politik dan pergantian pemimpin saling berkaitan. Pemilu yang diselenggarakan tidak lain adalah masalah politik yang berkaitan dengan masalah pergantian pemimpin.

Dalam sebuah negara demokrasi, pemilu merupakan salah satu pilar utama dari sebuah proses akumulasi kehendak masyarakat. Pemilu sekaligus merupakan prosedur demokrasi untuk memilih pemimpin. Diyakini pada sebagian besar masyarakat beradab di muka bumi ini, pemilu adalah mekanisme pergantian kekuasaan (suksesi) yang paling aman, bila dibandingkan dengan cara-cara lain. Sudah barang pasti jika dikatakan, pemilu merupakan pilar utama dari sebuah demokrasi.
Menurut Ali Moertopo, pemilihan umum adalah sarana yang tersedia bagi rakyat untuk menjalankan kedaulatannya dan merupakan lembaga demokrasi. Manuel Kaisiepo menyatakan tentang pemilu:
Memang telah menjadi tradisi penting hampir-hampir disakralkan dalam berbagai sistem politik di dunia. Lebih lanjut dikatakannya pemilihan umum penting karena berfungsi memberi legitimasi atas kekuasaan yang ada dan bagi rezim baru, dukungan dan legitimasi inilah yang dicari.Pemilihan umum yang berfungsi mempertahankan status quo bagi rezim yang ingin terus bercokol dan bila pemilihan umum dilaksanakan dalam konteks ini, maka legitimasi dan status quo inilah yang dipertaruhkan, bukan soal demokrasi yang abstrak dan kabur ukuran-ukurannya itu.

Bagi Indonesia, yang telah menetapkan dirinya sebagai negara demokrasi, pemilu adalah keniscayaan. Dalam pemilu, aspirasi rakyat dimungkinkan berjalan secara ajeg. Pada pemilu pula, rakyat pemilih akan bisa menilai, para kontestan pemilu dapat menawarkan visi, misi, dan program kandidat, sehingga mereka akan tahu ke mana arah perjalanan negaranya.


Secara teoritis pemilihan umum dianggap merupakan tahap paling awal dari berbagai rangkaian kehidupan ketatanegaraan yang demokratis, sehingga pemilu merupakan motor penggerak mekanisme sistem politik demokrasi.



Pemilihan umum merupakan suatu keharusan bagi suatu negara yang menamakan dirinya sebagai negara demokrasi. Sampai sekarang pemilihan umum masih dianggap sebagai suatu peristiwa ketatanegaraan yang penting, karena pemilu melibatkan rakyat secara keseluruhan yang memenuhi syarat-syarat tertentu. Demikian juga melalui pemilihan umum, rakyat dapat menyatakan kehendaknya terhadap garis-garis politik.



Pemilu adalah wujud nyata demokrasi prosedural, meskipun demokrasi tidak sama dengan pemilihan umum, namun pemilihan umum merupakan salah satu aspek demokrasi yang sangat penting yang juga harus diselenggarakan secara demokratis. Oleh karena itu, lazimnya di negara-negara yang menamakan diri sebagai negara demokrasi mentradisikan pemilu untuk memilih pejabat-pejabat publik di bidang legislatif dan eksekutif baik di pusat maupun daerah.

Semua demokrasi modern melaksanakan pemilihan, tetapi tidak semua pemilihan adalah demokratis, karena pemilihan yang demokratis bukan sekedar lambang, tetapi pemilihan yang demokratis harus kompetitif, berkala, inklusif (luas), dan definitif yakni menentukan kepemimpinan pemerintah.


17 april 2019 adalah pertama kalinya indonesia menerapkan pemilu dengan menggabungkan pemilihan DPD, DPR, Presiden, DPRD secara bersamaan. Tahun ini juga cukup spesial karena saya sudah bisa melakukan pemilihan presiden untuk pertama kalinya. Pagi hari saya datang ke TPS di daerah rumah saya di KPAD gegerkalong. Keadaan sudah cukup ramai dan masyarakat terlihat antusias terhadap pemilu tahun ini. Antrian saai itu sudah cukup panjang. Awalnya, saya diarahkan untuk mengantri dan memperlihatkan surat hak memilih yang sebelumnya sudah diberikan. Setelah itu saya diberi kertas suara yang berisi nama nama calon DPD, DPR, DPRD, dan Presiden. Pengisian surat suara bisa dilakukan secara berurutan dan panitia akan membantu untuk mengarahkan bagaimana prosedur dalam pemilu kali ini. Setelah kita memndapatkan surat suara, kita akan diarahkan untuk masuk dalam bilik suara dimana di situlah kita akan melakukan pencoblosan terhadap pilihan kita. Dan pada tahap akhir, setelah kita melakukan pencoblosan panitia akan mengarahkan kita untuk mencelupkan salah satu jari ke dalam tinta sebagai bentuk atau tanda bukti bahwa kita sudah menggunakan hak pilih.